Terima 3.000 Dosis Semen Beku Sapi, NTT Genjot Mutu dan Populasi Ternak Unggul
KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menerima bantuan sebanyak 3.000 dosis semen beku sapi dari Kementerian Pertanian RI. Bantuan ini diberikan untuk mendukung peningkatan populasi serta perbaikan mutu genetik ternak di daerah tersebut.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Hary Suhada, S.Pt., M.Si., kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Acara berlangsung dalam rangkaian Kunjungan Kerja Komite II DPD RI di Kantor DPD RI Provinsi NTT, Jumat (12/6).
Turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelo Wake Kako, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, serta para pemangku kepentingan di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
Semen beku sapi merupakan mani yang diambil dari sapi pejantan unggul dan dibekukan, kemudian digunakan untuk program Inseminasi Buatan. Metode ini bertujuan mempercepat perbaikan kualitas keturunan, sehingga dapat menghasilkan anakan sapi berkualitas tinggi seperti jenis Limousin, Simmental, maupun Wagyu.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat. “Bantuan 3.000 dosis semen beku dari berbagai jenis sapi unggul ini tentu sangat membantu pengembangan sektor peternakan di NTT,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa program inseminasi buatan adalah langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, dan nilai ekonomi ternak milik masyarakat. “Kami harap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya agar melahirkan sapi unggul yang nantinya mampu meningkatkan daya saing peternakan NTT,” tambahnya.
Lebih jauh, Gubernur berharap keberhasilan program ini dapat menjadi contoh yang diterapkan pada pengembangan komoditas ternak lain seperti babi, kambing, kerbau, dan unggas. Ia juga mengapresiasi dukungan dari perguruan tinggi, termasuk Politeknik Pertanian dan Hewan Universitas Nusa Cendana, yang berperan dalam pendidikan, penelitian, dan pendampingan kepada peternak.
“Dengan kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha, kami optimis menjadikan NTT sebagai pusat pengembangan ternak unggul dapat terus terwujud,” tegasnya.
Bantuan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor peternakan sebagai andalan daerah, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT.
Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT
Penulis: Meldo Nailopo
Foto – Video: Dio
Ceunfin – Ady Hau
