Tiga Hari Turun ke Jalan! Kodam XIV/Hasanuddin Bagikan 150.000 Masker Lindungi Masyarakat dari Dampak Karhutla

MAKASSAR, http://seputarindonesia24news.id – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kodam XIV/Hasanuddin membagikan 150.000 masker kepada masyarakat Kota Makassar.

 

Kegiatan ini merupakan langkah nyata Pangdam Mayjen TNI Bangun Nawoko dalam melindungi kesehatan masyarakat, dengan melibatkan satuan jajaran Kodam XIV/Hsn yang bergerak secara serentak di berbagai titik strategis, mulai dari jalan raya, sekolah, pasar, masjid, gereja hingga kawasan wisata, guna membantu melindungi masyarakat dari paparan asap dan dampak penurunan kualitas udara. Salah satu lokasi pembagian masker berada di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, Minggu (18/10/2026).

 

Aster Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Arm Muh. Saifudin Khoiruzzamani yang hadir di lokasi pembagian masker di kawasan Car Free Day CPI, Kota Makassar, saat diwawancarai menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dengan menyasar masyarakat yang beraktivitas di ruang publik.

 

Sasaran kegiatan meliputi pelajar, pengguna jalan, pengunjung pasar, peserta car free day, serta masyarakat di kawasan wisata. “Ini sudah kita laksanakan selama 3 hari dimulai hari jumat, sabtu dan minggu. Untuk hari Jumat kemarin kita sudah membagikan 55.000, kemudian kemarin hari Sabtu kita memberikan 45.000 masker dan hari ini hari Minggu kita membagikan sejumlah 55.000 masker sehingga untuk di Makassar sendiri kita membagikan 150.000 masker,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa kegiatan pembagian masker tersebut juga dilaksanakan di seluruh Kodim jajaran Kodam XIV/Hsn yang berada di wilayah Sulsel dan Sultra dengan target masing-masing 1.000 masker setiap hari. Melalui kegiatan ini, Kodam XIV/Hasanuddin terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mendorong kesadaran bersama dalam mencegah karhutla.

 

Masyarakat diajak untuk tidak membakar hutan maupun lahan, termasuk saat membersihkan area pertanian dan perkebunan, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Melalui langkah nyata dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, diharapkan dampak karhutla dapat diminimalkan, kesehatan masyarakat tetap terjaga, dan kelestarian lingkungan di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dapat terlindungi. (Tim/Red)