Dari Kota Kasih ke Ujung Perbatasan: Ketua LPRI NTT Tegaskan Belu Adalah Wajah Depan Bangsa

Upfoto_YkCSD7WG6UG9eBWkue9orgqzmqzqlJedP4rt6etneUqnC

ATAMBUA  BELU, 16 Mei 2026 – Jarak dan batas wilayah bukan penghalang bagi kepedulian. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) Nusa Tenggara Timur, Rezky Yunike Agustin Frans, memimpin langsung rombongan pimpinan provinsi bertandang ke Kabupaten Belu, wilayah perbatasan negara di ujung timur Indonesia, pada Sabtu (16/5/2026). Kedatangan ini membawa pesan kuat: perhatian penuh dari “Kota Kasih” Kupang, sampai ke garda terdepan NKRI.

Bertempat di wilayah perbatasan, pertemuan strategis dan dialog terbuka ini mempertemukan jajaran pimpinan DPD NTT dengan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LPRI Belu. Suasana berlangsung hangat, penuh kekeluargaan, namun sarat dengan pembahasan mendalam mengenai masa depan dan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

Dalam sambutan dan arahannya, Rezky Yunike Agustin Frans menegaskan bahwa kehadirannya bersama rombongan bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen organisasi untuk turun langsung, mendengar aspirasi, serta memahami tantangan riil yang dihadapi masyarakat Belu.

 

“Kami datang dari Kota Kasih membawa kasih dan kepedulian yang sama besarnya bagi saudara-saudara kami di sini. Wilayah perbatasan bukan sekadar garis batas di peta, melainkan wajah depan bangsa Indonesia. Kemajuan Belu adalah kemajuan NTT, dan kesejahteraan masyarakat di perbatasan adalah prioritas utama kami,” tegas Rezky di hadapan para pengurus dan tokoh masyarakat.

 

Rombongan pimpinan DPD NTT yang hadir mendampingi Rezky antara lain Sekretaris Umum Malary Aryesto Riwu Rohi, Bendahara Jen Lena Nguru, Kepala Divisi Litbang Pendidikan Paulus Edi, serta Yandri Pello dan Bang Tumanggor. Kedatangan mereka disambut antusias oleh Ketua DPC LPRI Belu, Dhoru Vicente, didampingi Wakil Ketua Ady Dasi, Bendahara Margaretha Soi, Ketua Bidang Kehutanan, Pertanian, Peternakan dan Lingkungan Hidup Godefridus Yohanes Kefi, beserta seluruh jajaran pengurus setempat.

 

Pertemuan ini menjadi momen penting untuk menyatukan visi dan memperkuat konsolidasi organisasi. Diskusi berfokus pada penguatan fungsi pengawasan yang ketat, pemantauan reformasi birokrasi, serta strategi terbaik dalam menyerap dan memperjuangkan setiap aspirasi yang tumbuh dari akar rumput.

 

Rezky kembali mengingatkan seluruh jajaran di Belu akan tanggung jawab besar yang diemban, mengingat posisi strategis daerah ini sebagai gerbang negara.

 

“Kehadiran kita adalah tanggung jawab, bukan sekadar simbol. Kita wajib ada di tengah rakyat, mengawal kebijakan publik dengan prinsip kebenaran, serta memastikan pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan warga. Di sini, peran kita harus lebih kuat, lebih peduli, dan lebih melindungi kepentingan masyarakat,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh perhatian.

 

Beliau juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalitas. “Bekerjalah dengan penuh tanggung jawab, berpegang pada hukum, dan rawatlah kepercayaan rakyat sebagai harta paling berharga yang kita miliki,” tambahnya.

 

Menyambut arahan tersebut, Ketua DPC LPRI Belu, Dhoru Vicente, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian khusus dari pimpinan provinsi. Ia bersama jajarannya memaparkan berbagai kendala di lapangan serta potensi besar yang belum tergali di Belu. Menurutnya, dukungan dan sinergitas yang terjalin kini menjadi kekuatan baru bagi organisasi di tingkat cabang.

 

“Perhatian Ibu Rezky dan jajaran DPD NTT adalah kekuatan besar bagi kami. Ini menjadi semangat tambahan untuk terus berjuang dan melayani masyarakat Belu dengan lebih baik lagi,” ungkap Dhoru penuh haru.

 

Dialog yang berlangsung terbuka dan konstruktif ini menghasilkan kesepakatan kerja sama yang kokoh dan terarah. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata karakter LPRI NTT: teguh pada prinsip dan aturan, namun lembut serta penuh kasih dalam melayani rakyat. Komitmen ini dipastikan akan terus dijaga agar manfaat keberadaan organisasi benar-benar terasa hingga ke pelosok daerah terdepan, demi kemajuan Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Belu yang dicintai. Editor Edis