⚠️ SPMB Sulsel 2026 Bermasalah, LSM PERAK: Aplikasi Tak Optimal, Anggaran Ratusan Juta Diduga Berpotensi Rugikan Negara

Screenshot_20260627-092029

MAKASSAR – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK se-Sulawesi Selatan tahun 2026 menuai sorotan tajam dari LSM PERAK Indonesia. Menurut lembaga tersebut, aplikasi yang digunakan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan tidak berjalan maksimal, bahkan diduga menimbulkan kerugian keuangan negara.

Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan Kebijakan Publik LSM PERAK Indonesia, Andi Sofyan, SH, menyampaikan sejumlah temuan sejak tahap awal pendaftaran. Gangguan sistem, penundaan jadwal pengumuman akibat keterbatasan kapasitas server, hingga laporan hilangnya data peserta yang sempat dinyatakan lulus menjadi keluhan utama.

Persoalan terbaru muncul pada jalur prestasi akademik. “Kami temukan adanya perbedaan nilai skoring antara peserta yang mendaftar tanggal 25 Juni dengan yang mendaftar 26 Juni 2026. Ini mempertanyakan validitas dan keakuratan data yang dihasilkan sistem,” ungkap Andi Sofyan pada Jumat (26/6/2026).

Pihak Dinas Pendidikan Sulsel menyebut perbedaan itu terjadi akibat kesalahan input rumus penghitungan dalam aplikasi. Namun alasan ini dinilai tidak dapat diterima, mengingat SPMB adalah kegiatan rutin tahunan yang seharusnya dipersiapkan secara matang.

“Kesalahan serupa terus berulang setiap tahun. Tidak ada profesionalisme yang terlihat, padahal ini menyangkut masa depan ribuan siswa,” tegasnya.

Lebih lanjut, LSM PERAK mencatat anggaran yang dialokasikan melalui APBD mencapai sekitar Rp800 juta untuk pengadaan aplikasi, ditambah Rp100 juta untuk biaya panitia. “Dengan nilai sebesar itu, kualitas sistem yang terlihat sangat jauh dari standar. Aplikasi terkesan tidak layak pakai dan terus bermasalah,” ujarnya.

Pihaknya menduga ada potensi penyimpangan, bahkan indikasi korupsi dalam pengadaan layanan server dan hosting. “Anggaran cukup besar, seharusnya mampu menghadirkan sistem yang stabil dan transparan. Kalau kenyataannya sering eror, ada yang tidak beres di dalamnya,” tandas Andi Sofyan.

LSM PERAK pun mendesak Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan evaluasi total. “Kami minta Kepala Dinas Pendidikan Andi Iqbal Najamuddin dan Sekretaris Dinas sekaligus Ketua Panitia SPMB Mustakim dicopot dari jabatannya. Mereka harus bertanggung jawab atas kegagalan ini,” pungkasnya.(*)

Editor: Tim Media Husain Syukur