Mabes TNI dan Korem 091/ASN Perkuat Mitigasi Karhutla di Kaltim
SAMARINDA, https://seputarindonesia24news.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur mendorong Mabes TNI dan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) memperkuat langkah mitigasi.
Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI bersama Perwira Siswa (Pasis) Sesko TNI menyambangi Samarinda, Selasa (1/9/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan edukasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat.
Rombongan mengunjungi Makorem 091/ASN, Kantor BPBD Kota Samarinda, dan SMK Kehutanan Samarinda.
Tiga Pasis Sesko TNI turut mengikuti kegiatan di wilayah Kodim 0901/Samarinda. Mereka yakni Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo, Kolonel Laut (P) Eko Budi Prabowo, dan Kolonel Pnb I Kadek Suta Arimbawa.
Kemarau dan potensi munculnya titik api mendorong penguatan koordinasi, edukasi, serta kesiapsiagaan lintas sektor.
*Korem Tingkatkan Kesiapsiagaan*
Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si., menerima rombongan di Makorem 091/ASN.
Dalam pertemuan tersebut, Danrem memaparkan perkembangan Karhutla di Samarinda dan sejumlah wilayah Kaltim.
Menurutnya, Karhutla di Samarinda belum menimbulkan dampak sosial hingga saat ini.
Namun, kondisi kemarau dan belum turunnya hujan tetap meningkatkan potensi munculnya titik api.
Korem 091/ASN terus berkoordinasi dengan BPBD, Polri, pemadam kebakaran, dan instansi terkait.
Jajaran Korem juga menyiapkan personel serta peralatan untuk merespons setiap titik api.
“Korem 091/ASN beserta jajaran terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemadaman setiap ada titik api,” ujar Anggara.
*Faktor Manusia Perlu Diantisipasi*
Danrem menilai faktor manusia menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.
Masyarakat diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Kondisi cuaca panas dan lahan kering dapat membuat api lebih mudah berkembang.
Karena itu, pemantauan wilayah dan edukasi kepada masyarakat terus diperkuat.
*Debit Mahakam Menyusut*
Selain ancaman titik api, kondisi kemarau juga memengaruhi ketersediaan sumber air.
Danrem menyoroti penyusutan debit Sungai Mahakam yang dapat menjadi tantangan dalam pemadaman.
Ketersediaan air menjadi faktor penting ketika petugas harus menangani kebakaran di lapangan.
Karena itu, kesiapan sarana pemadam dan koordinasi antarpihak perlu terus diperkuat.
*Mabes TNI Perkuat Edukasi*
Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI yang dipimpin Brigjen TNI Yohanes Hari Murdani mendorong edukasi preventif.
Tim mengingatkan pentingnya mencegah pembukaan dan pembersihan lahan menggunakan api.
Selain itu, kolaborasi Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) perlu diperkuat.
Sinergi tersebut dapat mempercepat deteksi dan penanganan titik api.
*225 Siswa Ikuti Penyuluhan*
Edukasi juga menyasar generasi muda.
Sekitar 225 siswa SMK Kehutanan Samarinda mengikuti penyuluhan mengenai bahaya Karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan.
Para siswa mendapat pemahaman mengenai peran masyarakat dalam mencegah kebakaran.
Kegiatan tersebut diharapkan membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.
Kunjungan ke BPBD Kota Samarinda juga menjadi bagian dari penguatan koordinasi penanganan Karhutla.
Sementara bagi Pasis Sesko TNI, kegiatan tersebut menjadi pembelajaran lapangan mengenai kondisi geografis dan manajemen krisis daerah.
Penguatan mitigasi ini diharapkan mampu mempercepat respons ketika muncul titik api sekaligus mencegah Karhutla berkembang menjadi bencana yang lebih luas.
Penulis: Nasrullah
