20 Siswa MTs Mompang Jae Madina Sakit Usai Makan MBG, FITRAH Desak Uji Laboratorium & Audit Menyeluruh
PANYABUNGAN UTARA, MANDAILING NATAL — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan tajam setelah sekitar 20 siswa MTs Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengalami gangguan kesehatan berupa mual, pusing, muntah, hingga lemas, Rabu (9/9/2026), beberapa jam setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Seluruh siswa dievakuasi ke Puskesmas Mompang Jae untuk mendapat penanganan medis.
Peristiwa ini memicu kepanikan sekaligus desakan kuat agar tata kelola, keamanan pangan, dan standar higienitas penyedia makanan MBG diperiksa secara menyeluruh dan transparan.
💬 PERNYATAAN TEGAS FITRAH MADINA
Saidul Anwar Rangkuti, Sekretaris Eksekutif FITRAH (Forum Independent Transparansi Anggaran dan Hukum) Kabupaten Madina, dalam keterangan pers Kamis (10/9/2026) menegaskan:
“Nyawa dan kesehatan anak-anak sekolah adalah taruhan yang terlalu mahal untuk dikorbankan akibat dugaan kelalaian pengawasan pihak penyedia jasa MBG. Hal ini harus segera diaudit dan diusut tuntas.”
📌 TUNTUTAN UTAMA FITRAH:
1. Lakukan Uji Laboratorium Secara Objektif
Saidul menolak kesimpulan prematur sebelum hasil resmi keluar. Berbagai narasi yang beredar — termasuk dugaan masalah pencernaan atau menu terlalu pedas — harus dibuktikan lewat pemeriksaan medis dan uji laboratorium, bukan asumsi.
“Jangan sampai sebelum hasil pemeriksaan keluar sudah muncul kesimpulan mengenai penyebabnya. Publik membutuhkan fakta dan hasil pemeriksaan yang transparan.”
2. Periksa Seluruh Rantai Penyediaan Makanan
FITRAH meminta Dinas Kesehatan, BPOM, dan instansi terkait mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium, serta memeriksa:
– ✅ Standar kebersihan, higiene, dan sanitasi dapur penyedia
– ✅ Kelayakan dapur & sertifikat laik higiene sanitasi
– ✅ Kualitas & sumber bahan baku makanan
– ✅ Proses penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi ke sekolah
“Kalau memang tidak ada persoalan dalam proses pengolahan makanan, buktikan secara ilmiah. Jangan membangun pembelaan prematur sebelum hasil pemeriksaan keluar.”
3. Hasil Harus Transparan & Akuntabel
“Hasil pemeriksaan sampel makanan harus dibuka secara jujur dan transparan kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan ada yang ditutup-tutupi.”
4. Pihak Bertanggung Jawab Harus Dijerat Hukum
Jika terbukti ada kelalaian yang menyebabkan siswa sakit, aparat penegak hukum wajib menindak tegas pihak yang bertanggung jawab sesuai undang-undang.
“Jika terbukti ada unsur kelalaian dalam pengolahan makanan yang menyebabkan gangguan kesehatan, aparat penegak hukum harus mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku. Keselamatan dan kesehatan anak-anak tidak boleh menjadi taruhan.”
⏳ BELUM ADA KLARIFIKASI PIHAK PENYEDIA
Hingga berita ini diturunkan, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan tersebut belum memberikan klarifikasi resmi. Media masih berupaya mengonfirmasi kepada pengelola SPPG, pihak sekolah, Puskesmas Mompang Jae, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya untuk memperoleh informasi yang berimbang.
🏷️ RINGKASAN FAKTA
Poin Keterangan
Lokasi MTs Mompang Jae, Panyabungan Utara, Mandailing Natal
Waktu Rabu, 9 September 2026
Korban ±20 siswa, dirawat di Puskesmas Mompang Jae
Gejala Mual, pusing, muntah, lemas
Sumber Dugaan Makanan Program MBG
Desakan FITRAH Uji laboratorium sampel makanan, audit dapur & proses, hasil transparan, pertanggungjawaban hukum jika lalai
Status Klarifikasi SPPG Belum ada pernyataan resmi (*)
Editor Edi libas / M.Husykur
🏷️ TAGAR
#MBG #MakanBergiziGratis #MandailingNatal #KeamananPangan #KesehatanAnak #FITRAH #Madina
