Hari Ketujuh Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Doro Belum Membuahkan Hasil, Tim Basarnas Tetap Pantau Informasi

IMG-20260812-WA0005

HALMAHERA SELATAN, -11 AGUSTUS 2026 — Upaya pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Koititi, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Doro hingga memasuki hari ketujuh belum membuahkan hasil.

Korban diketahui keluar melaut pada Selasa, 4 Agustus 2026, sekitar pukul 08.00 WIT menggunakan perahu ketinting. Namun, hingga sore hari korban tidak kunjung kembali ke rumah.

Sekitar pukul 18.00 WIT, perahu ketinting milik korban ditemukan di wilayah perairan dalam kondisi tanpa korban. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan upaya pencarian oleh tim SAR bersama masyarakat dan sejumlah unsur terkait.

Sejak laporan diterima, Tim Basarnas USS Halmahera Selatan bersama unsur terkait melakukan operasi pencarian untuk menemukan korban. Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.

 

Dalam proses pencarian tersebut, Tim Basarnas mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Desa Koititi, masyarakat Desa Koititi, personel Polairud Polda Maluku Utara Pos Bacan, serta KPLP Saketa.

 

Seluruh unsur bersama-sama bahu membahu dalam misi kemanusiaan tersebut. Tim di lapangan terus berupaya melakukan pencarian dengan memperhatikan kondisi wilayah perairan dan situasi keselamatan selama operasi berlangsung.

 

Namun, setelah pencarian dilakukan selama tujuh hari, korban belum berhasil ditemukan.

 

Dengan berakhirnya masa operasi SAR sesuai prosedur, pencarian resmi dihentikan. Meski demikian, pihak keluarga menyampaikan bahwa mereka akan tetap memantau setiap perkembangan informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban.

 

Pihak keluarga juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Basarnas USS Halmahera Selatan yang telah berupaya melakukan pencarian, serta kepada seluruh pihak yang turut membantu selama berlangsungnya operasi SAR.

 

“Terima kasih banyak kepada Pemerintah Desa Koititi, khususnya Bapak Kepala Desa dan Bapak Sekretaris Desa, masyarakat Koititi, Tim Lapangan dari Polairud Polda Malut Pos Bacan, KPLP Saketa, dan terutama Tim Basarnas USS Halsel yang telah bersama-sama bahu membahu membantu mencari korban yang hilang saat melaut,” ungkap pihak keluarga.

 

Keluarga menyadari bahwa seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal. Mereka juga berharap apabila masyarakat menemukan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan keberadaan korban, informasi tersebut dapat segera disampaikan kepada keluarga maupun pihak berwenang.

 

“Kepada keluarga korban, kami tetap memantau terus perkembangan informasi apa pun tentang musibah ini, meskipun operasi SAR sudah ditutup,” lanjutnya.

 

Musibah tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Harapan untuk menemukan korban masih terus ada, meskipun operasi pencarian secara resmi telah dihentikan.

 

Pihak keluarga kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel Basarnas, aparat, pemerintah desa, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah membantu selama proses pencarian berlangsung.

“Semoga niat baik kita semua dalam membantu misi kemanusiaan ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Semoga Allah memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga korban serta memberikan jalan terbaik atas musibah ini. Aamiin,” tutup pihak keluarga.

Tim Basarnas bersama seluruh unsur yang terlibat telah menjalankan upaya pencarian sebagai bentuk misi kemanusiaan, sementara keluarga dan masyarakat diharapkan tetap tenang serta segera melaporkan apabila memperoleh informasi baru mengenai keberadaan korban.

Penulis : Risnawaty (KORWIL)