Mahasiswa KKN UINSI Samarinda Gelar Seminar Anti-Bullying di SMA Al-Hayat Samboja: Wujudkan Sekolah Ramah Tanpa Perundungan

Screenshot_20260815-180850

SAMBOJA BARAT, 4 Agustus 2026 β€” Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelurahan Sungai Merdeka Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyelenggarakan seminar anti-bullying bertema “Sekolah Ramah Tanpa Bullying: Berani Peduli, Berani Bertindak” di SMA Al-Hayat Samboja, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang perundungan, mengenali bentuk-bentuknya, serta menumbuhkan keberanian untuk menolak dan mencegahnya di lingkungan sekolah.

πŸ“š Edukasi dan Pemahaman Bersama

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai sarana edukasi bagi para siswa untuk memahami bahaya perundungan, berbagai bentuknya baik di sekolah maupun kehidupan sehari-hari, serta sikap yang tepat saat menghadapi atau menyaksikan tindakan bullying.

Seminar menghadirkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Merdeka, Briptu Nur Eko Trisniawan Putra, S.H. sebagai pemateri. Turut hadir Kepala SMA Al-Hayat Samboja Bapak Abd. Azis Suudi, S.Pd. beserta jajaran guru, perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Merdeka.

πŸ“‹ Rangkaian Kegiatan

Kegiatan diawali dengan pembukaan secara formal oleh Master of Ceremony (MC), dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan dari ketua panitia KKN serta Kepala Sekolah, dan ditutup dengan doa sebelum memasuki sesi inti.

Dalam penyampaian materi, Briptu Nur Eko Trisniawan Putra, S.H. menjelaskan pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, serta dampaknya bagi korban maupun pelaku. Siswa diajak untuk saling menghargai, berani menyuarakan hal yang tidak benar, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk melakukan kekerasan.

Sesi tanya jawab juga berlangsung aktif, memberi kesempatan siswa berdiskusi tentang berbagai situasi yang berkaitan dengan perundungan dalam kehidupan sehari-hari.

🌳 Pohon Harapan: Simbol Kesadaran Bersama

Salah satu momen yang menyentuh adalah sesi Pohon Harapan. Para siswa diberikan catatan berbentuk daun untuk menuliskan pengalaman atau refleksi terkait perundungan yang pernah mereka alami atau lakukan. Catatan tersebut kemudian ditempelkan pada pohon buatan yang telah disiapkan β€” menjadi simbol harapan bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

 

🀝 Harapan dan Sinergi

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diajak merefleksikan perilaku yang mungkin dianggap sepele namun berdampak bagi orang lain. Diharapkan kesadaran ini tumbuh menjadi kebiasaan berhati-hati dalam berucap dan bertindak, serta keberanian untuk menghentikan perundungan.

Seminar ini diharapkan menjadi langkah edukatif membentuk generasi muda yang peduli, berani, dan mampu menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat. Dengan sinergi mahasiswa KKN, pihak sekolah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, LPM, dan seluruh warga sekolah, tercipta pemahaman bahwa menciptakan lingkungan bebas bullying adalah tanggung jawab bersama.

πŸ“Œ Opsi Judul Berita

Versi Utama:

Mahasiswa KKN UINSI Samarinda Gelar Seminar Anti-Bullying di SMA Al-Hayat Samboja: Wujudkan Sekolah Ramah Tanpa Perundungan

Versi Lebih Ringkas:

Cegah Perundungan: Mahasiswa KKN UINSI Edukasi Siswa SMA Al-Hayat Samboja

Versi Fokus Kegiatan:

Bertema “Sekolah Ramah Tanpa Bullying”, KKN UINSI Hadirkan Pohon Harapan di SMA Al-Hayat Samboja

Versi Media Sosial:

πŸ“š Cegah Bullying Sejak Dini! Mahasiswa KKN UINSI Gelar Seminar Anti-Perundungan di SMA Al-Hayat Samboja